kesabaran teruji...
pernah dahulu diketepikan...
tapi sekarang dihadapankan...
namun semua adalah kata-kata sahaja...
tidak mudah untuk melupakan...
namun kesabaran dibulan yang mulai ini teruji...
dengan kata-kata yang mampu memutuskan silatutrrahim kita...
peluang yang diri ini berikan...
tidak digunakan dengan sepenuhnya...
hampa terasa...
namun apakan daya...
sudah saban hari dan waktu aku mengingatkan...
perjuangan perlu diteruskan...
buka ke lembaran yang baru...
supaya tidak ada yang akan terluka...
namun kau hanya mementingkan diri mu sahaja...
berubahlah kawan ku yang setia...
ku ingin dirimu yang lama...
yang membuatkan kelam ku cerah...
hiba ku menjadi duka...
dipenuhi pelangi-pelangi sayang dan kasih...
serta pengharapan darimu...
hanya di kau sahabat ku yang tahu segalanya...
ku ingin dirimu yang lama...
kini kau telah lalai dengan permainan dunia...
adakah salahku...
dimana salahku...
dimana puncanya...
sedetikpun tidak terlepas ku iringkan doa untuk mu...
pernah ku menangis kerana mu...
dan kau tidak tahu...
dan kau takkan ambil tahu...
ku merinduimu...
ku mengharapkan syawal kali ini memberi kan ku seribu erti kemanisan...
kalau perpisahan yang dikau minta, ku terima...
namun diri ini masih ingin menjadi pendengar yang setia...
hanya untuk mu...
p/s: NIBP
tapi sekarang dihadapankan...
namun semua adalah kata-kata sahaja...
tidak mudah untuk melupakan...
namun kesabaran dibulan yang mulai ini teruji...
dengan kata-kata yang mampu memutuskan silatutrrahim kita...
peluang yang diri ini berikan...
tidak digunakan dengan sepenuhnya...
hampa terasa...
namun apakan daya...
sudah saban hari dan waktu aku mengingatkan...
perjuangan perlu diteruskan...
buka ke lembaran yang baru...
supaya tidak ada yang akan terluka...
namun kau hanya mementingkan diri mu sahaja...
berubahlah kawan ku yang setia...
ku ingin dirimu yang lama...
yang membuatkan kelam ku cerah...
hiba ku menjadi duka...
dipenuhi pelangi-pelangi sayang dan kasih...
serta pengharapan darimu...
hanya di kau sahabat ku yang tahu segalanya...
ku ingin dirimu yang lama...
kini kau telah lalai dengan permainan dunia...
adakah salahku...
dimana salahku...
dimana puncanya...
sedetikpun tidak terlepas ku iringkan doa untuk mu...
pernah ku menangis kerana mu...
dan kau tidak tahu...
dan kau takkan ambil tahu...
ku merinduimu...
ku mengharapkan syawal kali ini memberi kan ku seribu erti kemanisan...
kalau perpisahan yang dikau minta, ku terima...
namun diri ini masih ingin menjadi pendengar yang setia...
hanya untuk mu...
p/s: NIBP
Comments